Pahitnya kopi dan Cinta
Keluh kesah sedikit terkikis oleh kenyamanan yang ia berikan.
Begitupula dengan cinta , ia selalu mampu menyembuhkan trauma akan luka lama
Perlahan luka itu mulai hilang walau tak ada jaminan akan adanya luka baru.
Kopi pahit selalu meninggalkan ampasnya dibawah agar sang peminun dapat menikmati esensi dari kopi tersebut tanpa harus tahu bagaimana getir ampasnya
Berbeda dengan cinta
Kenangan kenangan indah seketika berubah menjadi ingatan yang membuat luka bagi sang pengingat jika sudah tak bersama lagi dengan sang pembuat kenangan.


Komentar
Posting Komentar